Jumat, 10 September 2021

Asisten Ekbang Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penolakan Aktivitas Pertambangan

15 Agustus 2021

FOTO: pelaksanaan rapat membahas tindak lanjut Pembahasan Penolakan Terhadap aktivitas pertambangan

 

SINTANG, DN – Pemerintah Kabupaten Sintang yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J memimpin pelaksanaan rapat membahas tindak lanjut Pembahasan Penolakan Terhadap Aktivitas dan Keberadaan PT. The Grand LJ Fullerton Successful di Langkau Kita Rumah Dinas Wakil Bupati Sintang pada Jumat, 13 Agustus 2021.

Rapat dilaksanakan setelah terjadinya aksi penolakan warga pada Kamis, 12 Agustus 2021 di Desa Sekubang Kecamatan Sepauk.  Hadir dalam rapat tersebut Edwin R Lumy perwakilan PT. The Grand LJ Fullerton Succesful, Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Hoerrudin, Kasat Intel Polres Sintang AKP Hilman Malaini, Pasi Intel Kodim 1205 Sintang Letda Inf. Edi Ardiyanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Martin Nandung, Anggota DPRD Kabupaten Sintang Maria Magdalena, Kadis Lingkungan Hidup Edi Harmaeni, Camat Sepauk Cinghan, Kapolsek Sepauk, Sekretaris  Kecamatan Tempunak Maryono dan Kapolsek Tempunak.

Yustinus J menyampaikan harapanya agar manajemen PT. The Grand LJ Fullerton Succesful melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat yang masuk ke dalam wilayah operasinya, sehingga kekhawatiran dan dugaan masyarakat tidak terjawab dengan baik oleh pihak perusahaan dan memunculkan aksi penolakan.

“kami akan mempertemukan masyarakat, pihak perusahan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Barat yang memberikan ijin operasi serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat yang memberikan ijin lingkungan kepada PT. The Grand LJ Fullerton Succesful. Kami ingin pihak perusahaan dan masyarakat disana bisa berdampingan dan saling menguntungkan dalam melakukan usaha,” tegasnya.

Hilman Malaini menjelaskan bahwa pihak perusahaan dan masyarakat harus bisa sama-sama maju dan berkembang. Pihak perusahaan harus bisa memperkuat sosialisasi di masyarakat, supaya masyarakat paham. Kalau masyarakat sudah paham, maka dengan sendirinya dukungan dari masyarakat akan ada untuk perusahaan.

“kami dari Kepolisian sangat netral dan tidak ingin ada gangguan keamanan di Kabupaten Sintang. Saya sudah ingatkan pelaku aksi demo kemarin agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Saran kami, masyarakat memberikan kesempatan kepada Pemkab Sintang untuk menyelesaikan masalah ini. Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban dari masalah ini,” terangnya.

AKP Hoerrudin menyampaikan pihaknya tidak memandang pihak manapun, yang dipandang adalah perbuatannya. Yang salah dan melanggar hukum, akan di berikan tindakan sesuai ketentuan.

“saya minta agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kami sepakat, sosialisasi oleh perusahaan terus diperkuat. Saya melihat, masyarakat masih hanya membayangkan yang buruk soal perusahaan, tanpa ada penjelasan yang maksimal,” tegasnya.

Edy Harmaeni menyampaikan perizinan PT. The Grand LJ Fullerton Succesful yang sudah diperoleh ada dua yakni izin usaha produksi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Barat dengan luas 25 ribu hektar hingga 21 Agustus 2039.

“lalu dari AMDAL yang dilakukan, perusahana ini mendapatkan izin lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat seluas 222,73 hektar.  Luasnya memang beda, antara izin  lingkungan dengan izin usaha produksi. Kedua produk hukum ini dikeluarkan Pemprov Kalbar. Perusahaan berhak melakukan aktivitas di atas lahan 222,73 hektar sesuai izin lingkungan terkait persiapan untuk melakukan operasi. Pihak perusahaan boleh mengambil sampel diluar lahan 222,73 jika ingin memperluas izin lingkungan sampai 25 ribu hektar,” tegasnya.

Edwin R Lumy menjelaskan pihaknya belum melakukan aktivitas pertambangan apapun di lokasi ijin, tetapi sudah melakukan aktivitas pembangunan infrastruktur di beberapa desa sejak 2019 yang lalu yang di awali sesuai ketentuan dan permintaan masyarakat desa.

“acara adat juga sudah dilakukan. Sudah cukup panjang kami membangun dan memperbaiki jalan serta jembatan. Masyarakat juga merasakan kenyamanan dalam menggunakan jalan. Ada dokumentasi dari infrastruktur yang sudah kami bangun. Soal aktivitas penambangan oleh warga di Bukit Ringgas, kami meminta sampel kepada mereka disana untuk kami teliti. Kami juga melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat dan kami mendapatkan dukungan dari masyarakat. dari 25 ribu ijin operasi yang kami dapatkan, kami terus mencari potensi dari puing-puing aktivitas penambangan warga. Ada banyak permintaan warga untuk memperbaiki jalan di lingkungan mereka, tetapi kami melakukan cooling down dahulu sambil terus berkoordinasi dengan banyak pihak,” terangnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x