Jumat, 10 September 2021

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Ikuti Rapat Satgas Penanganan Covid-19

21 Juli 2021

FOTO: Asisten Pemerintah Ikuti Rapat Satgas Penanganan Covid-19

 

SINTANG,DN – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syarief Yasser Arafat mengikuti rapat Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, pada Rabu, 21 Juli 2021.

Rapat secara khusus dilaksanakan untuk menindaklanjut surat dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kapuas Raya dengan Nomor: 089/D-S/XVI/2021 tanggal 15 Jul 2021, tentang pernyataan sikap yang berkaitan dengan pelaksanaan PPKM Mikro di Kabupaten Sintang.

Syarief Yasser Arafat menyampaikan Satgas akan membalas surat dari IMM Kapuas Raya secara tertulis. Ada 4 poin yang di sampaikan dan akan di jawab semua.

“Mereka memang tidak menyebutkan nama tempat hiburan malam,  sehingga seluruh tempat hiburan malam akan kita awasi. Dengan membalas surat, maka kita sudah merespon keluhan mereka dengan pertemuan ini dan surat balasan,” tegasnya.

“arahan Presiden kemarin, ada perubahan istilah PPKM. Yang ada saat ini adalah PPKM Level1, 2, 3 dan 4. Dan yang menentukan itu adalah masing-masing daerah. Level ditentukan jumlah kasus dalam satu minggu dan Bed Occupancy Rate. Jadi kita tahu, Sintang ini level berapa. Ada juga level per kecamatan dan desa atau kelurahan,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan drg. Ridwan Tony Pane menyampaikan kondisi sampai 20 Juli 2021 jumlah orang terkonfirmasi sebanyak 2. 588 kasus, sembuh 2. 326, meninggal 185 orang.

“BOR kita 62 persen. Total yang dirawat 80 orang. Oksigen juga menjadi masalah di Sintang, kami akan mengunakan oksigen liquid dan oksigen konsentrat. Kami berharap oksigen liquid segera tiba. Obat-obatan juga semakin menipis. Pasien yang tanpa gejala hanya kami berikan multivitamin saja. Yang bergejala kami berikan antivirus. Kalau kondisi ini terus menerus, maka masalah oksigen, obat dan tenaga kesehatan akan terus ada. Maka pencegahan sangat penting.  Sosialisasi jangan pernah bosan, lakukan terus menerus,” tegasnya.

Kepala BPBD Sintang Bernard Saragih menyampaikan PPKM sebenarnya bukan menutup usaha secara total tetapi membuka dengan berbagai protokol kesehatan dan aturan pembatasan.

“di instruksi Bupati Sintang sebenarnya sudah diatur, pelaku usaha bisa buka lengkap dengan aturannya. Saya juga berpesan kepada semua pelaku usaha agar membaca dan mempelajari setiap surat edaran yang diberikan. Jangan surat edaran diterima lalu masuk ke laci meja. Sehingga tidak ada alasan, belum di kasi tau. Kami juga minta Hotel My Home meminta surat rekomendasi dari Satgas untuk kegiatan yang menggunakan ruangan di Hotel My Home,” terangnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Martin Nandung menyampaikan agar semua pelaku usaha tidak main kucing-kucingan dengan satgas.

“semua harus bekerjasama dengan baik dengan pemerintah. Supaya tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat. Aturan PPKM Mikro harus dipelajari dan dipahami dan dilaksanakan oleh pelaku usaha. Kami berharap kesadaran masyarakat tidak karena adanya satgas, tetapi muncul dari hati nuraninya. Kami akan tetap humanis dan persuasif dalam melaksanakan tugas di lapangan,” jelasnya.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Erwin Simanjuntak menyampaikan setiap ada masyarakat yang urus perizinan, selalu kami sosialisasikan aturan PPKM.

“kami menganggap perlu ada sanksi dan penghargaan kepada para pelaku usaha. Sanksi perlu diterapkan sesuai tahapannya. Dunia usaha juga harus tetap bertahan di saat pandemi ini. Negara kita perlu dunia usaha tetap survive dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” tegasnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x