Senin, 14 Juni 2021

Asisten Pemerintah Hadiri Penyerahan Bantuan Ikan Beku

11 Juni 2021

FOTO: Penyerahan Bantuan Ikan Beku

SINTANG, DN- Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat menghadiri penyerahan bantuan penyediaan ikan sehat dan bermutu di Gang Ikhsan Jalan Mensiku Jaya Kelurahan Menyumbung Tengah Kecamatan Sintang, pada Jumat, 11 Juni 2021.

Penyerahan bantuan ikan tersebut bertepatan dengan Peringatan Bulan Mutu Karantina Tahun 2021 yang mengambil tema “Ikan Sehat Bermutu untuk Mendukung Pemenuhan Protein Masyarakat”. Bantuan 500 paket ikan beku untuk warga Sintang tersebut berasal dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bersama Ibu Yessy Melania, SE Anggota Komisi IV DPR RI.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat menyampaikan Pemkab Sintang berterima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dan anggota Komisi IV DPR RI Ibu  Yessy Melania yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini bahkan menyerahkan bantuan ikan untuk warga Sintang.

“Bapak Bupati Sintang dalam banyak kesempatan selalu mengkampanyekan gerakan mengkonsumi ikan. Karena memang tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Sintang masih jauh dibawah standar nasional setiap tahunnya. Sehingga Bapak Bupati Sintang terus menerus menggalakan gerakan konsumsi ikan ini di Kabupaten Sintang. Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten yang sudah berkomitmen untuk mewujudkan diri sebagai kabupaten lestari,” tegasnya.

“dalam beberapa tahun terakhir, hasil tangkapan ikan di sungai agak menurun. Inflasi di Kabupaten Sintang ini, salah satu penyebabnya adalah harga ikan secara khusus ikan baong. Indikator harga ikan sangat menentukan sekali tingkat inflasi. Saya cukup kaget dengan harga ikan ternyata menentukan tingkat inflasi. Jadi Bupati Sintang sangat senang dan berterima kasih atas kegiatan ini. Mari kita banyak konsumsi ikan supaya imun tubuh dapat terjaga,” tambahnya.

Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Hari Maryadi menyampaikan Ibu  Yessy Melania sangat sering menyuarakan kepentingan perikanan di Kalimantan Barat. “dalam beberapa kali rapat kerja, beliau ini terus menerus menyampaikan kepentingan masyarakat Kalbar. Karena Komisi IV DPR RI bermitra kerja dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,” tegasnya.

“Bulan Mutu Karantina momen bagi kami untuk mensosialisasikan tugas kami yakni melakukan pemeriksaan dan karantina ikan sebelum didistribusikan ke luar daerah sehingga tidak membawa penyakit. Begitu juga ikan yang akan dimasukan ke Kalbar, harus diperiksa dan dikarantina. Kami memastikan mutu ikan untuk dikonsumsi oleh masyarakat, jangan sampai ikan tersebut mengandung bahan kimia dan penyakit. Itu tugas kami,” sambungnya.

Hari Maryadi menjelaskan bahwa bantuan ikan ini adalah upaya untuk mendorong konsumsi ikan oleh masyarakat dan untuk memberi edukasi bahwa ikan tidak kalah nilai gizinya dari danging lain.

“kami mendukung agar perikanan di Kabupaten Sintang ini bisa berkembang. Kami sudah melakukan kegiatan yang sama di 90 kabupaten kota di seluruh Indonesia. Kami sudah menyalurkan 161 ribu ton ikan untuk masyarakat. untuk di Kabupaten Sintang ini ada 500 paket. Memang dibandingkan jumlah KK atau jiwa di Kabupaten Sintang ini, memang sangat kecil. Ke depan bisa berlanjut dan lebih besar lagi,” terangnya.

Ibu Yessy Melania Anggota Komisi IV DPR RI asal Kalimantan Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik untuk mendorong dan mengkampanyekan kepada masyarakat untuk ikan lebih banyak karena ikan mengandung banyak protein.

“ada potensi ikan lokal yang menarik untuk dikembangkan seperti ikan semah. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sudah menyampaikan bahwa mereka akan membangun Kampung Semah di Kalimantan Barat. Potensi ikan semah ini luar biasa, nilai ekonomisnya sangat tinggi namun hampir punah. Maka saya setuju kalau ikan semah ini ke depan dibudidayakan,” tegasnya.

“ikan belidak juga sudah masuk dalam Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai ikan yang dilindungi. Yang kemudian mendapatkan penolakan dari masyarakat Kapuas Hulu. Saya sudah menyuarakan agar peraturan menteri tersebut dicabut. Namun saya memerlukan dukungan pemerintah kabupatan dan provinsi untuk bisa beraudiensi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan” tambah Yessy Melaniaratis ini diharapkan bisa membantu masyarakat di tengah pandemi covid-19 ini,” sambungnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x