Jumat, 10 September 2021

Bupati Ingatkan Ibadah Bulan Suci Ramadan Wajib Disiplin Prokes

5 April 2021

FOTO: Bupati Sintang Jarot Winarno

 

SINTANG, DN – Bupati Sintang Jarot Winarno mengimbau kepada pengelola tempat ibadah dan jemaah agar disiplin protokol kesehatan saat Ibadah Bulan Suci Ramadan. Pasalnya masih dalam situasi pandemi covid-19.

Imbaun tersebut tertuang dalam surat Edaran tentang pedoman pelaksanaan kegiatan masyarakat selama bulan suci ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 Masehi dalam masa pandemi covid-19 di Kabupaten Sintang.
Surat Edaran dikeluarkan sesuai dengan Peraturan Bupati Sintang Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sintang.

Menurut Jarot, surat edaran tersebut dikeluarkan sehubungan dengan masih tingginya kasus penyebaran dan penularan Covid 19 di Kabupaten Sintang.

“Untuk itu diminta perhatiannya bagi pengelola tempat Ibadah dalam melaksanakan kegiatan ibadah di Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah wajib melakukan sosialisasi, edukasi, dan penggunaan berbagai media informasi untuk memberikan pengertian dan pemahaman mengenai penerapan protokol kesehatan guna pencegahan dan pengendalian covid-19,” imbau Jarot.

Surat edaran itu menekankan agar pengelola tempat ibadah memastikan para jamaah untuk wajib memakai masker dengan benar pada saat beribadah. Warga masyarakat yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), sakit, memiliki keluhan kesehatan, dan/atau mempunyai penyakit kronis_ disarankan untuk tidak mengikuti Shalat Tarawih berjamaah.
Selain itu, diwajibkan juga pengelola tempat ibadah menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun yang mudah diakses atau menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

“Wajib mengatur jarak antar jamaah minimal satu meter. Melakukan pembersihan dan disinfeksi lingkungan serta area tempat ibadah secara berkala. Memastikan sirkulasi udara di tempat ibadah sehat dan baik dengan membuka jendela dan pintu. Memastikan agar jamaah tidak melakukan kontak fisik secara langsung seperti bersalaman atau berpelukan,” beber Jarot.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x