Jumat, 30 Juli 2021

Bupati Sintang Deklarasikan Desa Betung Permai Sebagai Desa ODF

29 Juni 2021

FOTO: Jarot Winarno mendeklarasikan Desa Betung Permai, Kecamatan Ketungau Hilir sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan

SINTANG, DN – Bupati Sintang, Jarot Winarno, mendeklarasikan Desa Betung Permai, Kecamatan Ketungau Hilir sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan, yang di laksanakan di halaman SDN 41 Sepinang, Desa Betung Permai, Kecamatan Ketungau Hilir, pada Senin, 28 Juni 2021.

Kecamatan Ketungau Hilir menjadikan desanya menjadi desa Open Defecation Free(ODP) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta penandatanganan pernyataan deklarasi ODF. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar.

Jarot menyampaikan  apresiasinya atas komitmen masyarakat Desa Betung Permai, Kecamatan Ketungau Hilir untuk menjadikan desanya menjadi desa Open Defecation Free (ODF). Dengan di selenggarakannya ODF bisa memberikan dampak baik bagi kesehatan lingkungan masyarakat di Desa Betung Permai.

“hari ini luar biasa, saya apresiasi, ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Betung Permai sepakat untuk tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan, tentunya telah dideklarasikan Desa Betung Permai sebagai desa ODF maka akan berdampak baik bagi kesehatan lingkungan salah satunya ialah bisa menekan angka stunting sebanyak 42%,” tegasnya.

Jarot menjelaskan selain pandemi covid-19 yang menjadi prioritas pemerintah saat ini berkomitmen untuk terus melanjutkan dan mengutamakan program di sektor kesehatan, Terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) masyarakat di harapkan dapat menerapkan lima kegiatan yang masuk dalam kategori STBM dalam kehidupan sehari-hari.

“musuh utama di Sintang ialah stunting maka dengan adanya ODF ini dapat mengurangi laju angka stunting di Kabupaten Sintang, diiringi dengan melakukan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dimana STBM itu menjaga kesehatan kita sekaligus juga menjaga sanitasi kita. STBM itu ada lima yang pertama itu jangan Buang Air Besar (BAB) sembarangan, kedua selalu mencuci tangan, ketiga selalu menjaga sumber makanan kita, keempat menjaga dan mengelola sampah yang ada disekitar pekarangan dan lingkungan kita, dan yang kelima ialah penataan air limbah secara baik dan benar,” terangnya.

Jarot berharap dengan adanya deklarasi ODF ini tidak hanya semata-mata sekedar kegiatan seremonial saja dan benar-benar di laksanakan sesuai program yang ada.

Harysinto Linoh menyampaikan jumlah desa-desa di Sintang yang sudah mendeklarasikan sebagai Desa Open Defecation Free (ODF),

“sebagai informasi, Desa Betung Permai, Kecamatan Ketungau Hilir ini adalah desa yang ke-69 dari 391 desa yang mendeklarasikan ODF di Kabupaten Sintang, dan saya sangat menghargai serta apresiasi kepada perangkat Desa dan seluruh masyarakat Desa Betung Permai yang sudah berusaha keras agar Desa Betung Permai ini menjadi desa ODF,” tegasnya.

Pj. Kepala Desa Betung Permai, Musprandi menjelaskan bahwa Desa Betung Permai merupakan Desa yang sangat mendukung setiap program Pemerintah, baik itu program dari Pemerintah Kabupaten hingga Pemerintah Pusat. Salah satunya ialah mendukung pelaksanaan program Open Defecation Free (ODF) di Desa Betung Permai saat ini.

“dalam tahap pembangunan tempat buang air besar bagi masyarakat yang belum memilikinya, masyarakat Desa Betung Permai dan masyarakat desa sekitar saling bergotong royong untuk membangunnya, tentu ini tidak ada uang harian, ini istilahnya saling bantu membantu, dari desa yang lain juga ada yang membantu,”  terangnya.

Musprandi menyampaikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Desa Betung Permai sudah cukup bagus, dari jumlah 286 KK ada sebanyak 223 KK sudah ada tempat BAB yang layak di pakai dan sisa 63 KK Belum memiliki tempat BAB dan masih menumpang ke tempat tetangga. Namun dalam proses berjalannya program ODF ini tentu tidaklah mulus tentu masih banyak kekurangan yang tidak di harapkan.

“kalau ada tempat untuk BAB tentu harus ada air bersih, dan sampai saat ini kami masih berharap dengan air hujan, oleh sebab itu, kami minta kepada Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Provinsi/Pemerintah Pusat untuk kiranya dapat memberikan bantuan terkait pengadaan air bersih, seperti program PAMSIMAS atau program yang serupa lainnya,” tegasnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x