Senin, 14 Juni 2021

Bupati Sintang Hadiri Peresmian Rusun Polda Kalbar

21 Maret 2021

FOTO: Bupati Sintang Jarot Winarno

SINTANG, DN – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri kegiatan peresmian Rumah Susun (Rusun) Polda Kalbar, wilayah Polres Sintang, di Jalan Sintang-Pontianak Km 10, Desa Balai Agung, Kec. Sui Tebelian, pada pagi Minggu, 21 Maret 2021.

Hadir langsung meresmikan rusun ini yakni Kapolda Kalbar Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto, dengan di tandai penandatangan prasasti dan penekanan tombol sirine tirai rusun. Kemudian di lanjutkan peninjauan pada bagian dalam rusun. Turut hadir juga, sejumlah pejabat utama Polda Kalbar, unsur Forkopimda Kab. Sintang, unsur Forkopimcam Tebelian dan tamu undangan lainnya.

Peresmian rusun ini di awali dengan penanaman bibit pohon di halaman rusun dan pelepasan bibit ikan di kolam samping rusun. Pada kesempatan ini, Jarot Winarno menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang selalu siap mendukung kegiatan pembangunan yang di lakukan oleh jajaran Polda Kalbar dan Polres Sintang.

“Kami telah hibahkan tanah di areal ini seluas 5 hektar, sesuai dengan batas kewenangan kami. Selain 5 hektar yang kami hibahkan untuk Brimbob di jalan sintang-pinoh. Kemudian juga tanah Polres dan polsek juga akan kami hibahkan. Kita siap membantu,” tegasnya.

Jarot menjelaskan bahwa kawasan rusun ini awalnya merupakan kawasan milik Pemda Sintang seluas 34 hektar. Kemudian di hibahkan, yang pertama kepada Polres Sintang 5 hektar, kantor BNN 10.000 meter persegi, rusun dan kantor wilayah Gereja Kemah Injil wilayah 1 Kalbar yang berada di depan rusun polda kalbar ini juga Pemda Hibahkan.

“Kami tinggal menunggu kepastian dari BNN apakah pasti di bangun tahun ini, kalau tidak maka akses jalan masuk segera akan kami lebarkan dan di buat sebaik-baiknya di aspal yang bagus sesuai arahan pak kapolda,” terangnya.

Kemudian menurut Jarot, rusun Polda Kalbar ini di bangun di kawasan yang sangat strategis. Karena berdekatan dengan kawasan industri sungai ringin yang mana akan hadir beberapa investasi nantinya.Selain itu, di sampaikannya kepada Kapolda, bahwa Pemda Sintang juga turut berkontribusi membangun 1 gedung SPN di Singkawang senilai 2,6 miliyar rupiah yang sudah selesai pembangunannya, dimana pada pekan lalu sudah di lakukan audit oleh  BPK RI.

“Dan 1 bangunan lagi senilai 1,3 miliyar sudah selesai lelang, tinggal pelaksanaan kegiatan,” sambungnya.

Jarot manyampaikan bahwa inilah bentuk kontribusi dan kesiapan pemerintah Kabupaten Sintang untuk mendukung pembangunan oleh Polda Kalbar maupun Polres Sintang. Dengan harapan tentunya modernisasi sarana dan prasarana di Kepolisian Republik Indonesia secara khusus di Sintang inipun berjalan dengan baik.

“Dan tentunya kami mengharapkan kalau ada lagi bantuan dari Polda mudah-mudahan bisa lebih meningkatkan kualitas kerja dari rekan-rekan polres sintang menjadi polisi yang profesional, modern dan terpercaya,” tegasnya.

Ventie Bernard Musak menjelaskan bahwa pembangunan rusun ini merupakan program prioritas nasional dengan menggunakan anggaran Dipa APBN Polri bersumber dari dana bantuan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI pada satker Rolog Polda Kalbar tahun anggaran 2020. Di samping itu juga ada dana hibah dari Pemda Sintang dan juga donatur lainnya.

“Adapun total pagu anggaran pembangunan sebesar Rp. 17. 299.486.000,- (tujuh belas miliyar, dua ratus sembilan puluh sembilan juta, empat ratus delapan puluh enam ribu rupiah), dimana proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu,” terangnya.

Ventie menambahkan bahwa rusun ini dibangun dengan luas 2.060 meter persegi, terdiri dari 3 lantai, dengan 44 pintu hunian, yang di lengkapi dengan sarana ruang canopy di lantai 3 pada sisi kanan dan kiri bangunan. Kemudian bangunan kontrol untuk ruang pompa air sumur bor, lokasi parkir, dan fasilitas umum berupa penerangan umum di halaman dan halaman depan dibuat cor beton.

Sigid Tri Hardjanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Sintang yang telah mendukung proses pembanguan rusun Polda Kalbar di wilayah Polres Sintang ini. Menurutnya, hal tersebut menunjukan bahwa Polisi tidak bisa hidup sendirian. “Bagaimanapun juga keberadaan Polri tanpa di dukung oleh masyarakat dan stakeholder yang lain tentu tidak akan bisa bekerja dengan baik,” ucap Kapolda.

Sigid Tri Hardjanto pun berpesan kepada para penghuni, agar rusun ini di pelihara dengan baik, terlebih berdasarkan laporan dari Karolog Polda Kalbar bahwa para penghuni memasuki rusun ini tidak di pungut biaya apapun.

“Artinya nanti pada saat akhirnya yang bersangkutan misalnya harus pindah tugas ataupun harus meninggalkan rusun ini karena kedinasan, jangan juga memungut biaya kepada pengantinya, jangan nanti ada istilah uang kunci. Ini budaya atau tradisi yang harus kita mulai dari sekarang,” pesan Kapolda.

“Karena kebiasaan yang selama ini ada begitu masuk tidak di pungut biaya, tetapi begitu akan meninggalkan karena kedinasan mereka memungut biaya kepada penggantinya dengan alasan berbagai macamlah sudah pasang AC, renovasi ini itulah,” tambah Kapolda.

Kapolda berharap dengan adanya rusun ini, jajaran anggota Polres Sintang bisa lebih dekat dengan masyarakat dan bisa lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x