Jumat, 30 Juli 2021

Bupati Sintang: Pelantikan Inspektur Tunggu Keputusan Gubernur

2 Juli 2021

FOTO: Jarot Winarno

SINTANG, DN – Bupati Sintang Jarot Winarno melantik dan mengambil sumpah jabatan 4 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang pada Jumat, 2 Juli 2021.

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sintang Maria Magdalena,  Anggota Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, dan istri pejabat yang dilantik.

Usai acara pelantikan Jarot menjelaskan sebenarnya belum boleh melakukan mutasi dan rotasi pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. Tetapi karena 4 orang ini sudah melalui fit and propes test dan sudah mendapatkan ijin dari Kemendagri, KASN dan Gubernur Kalimantan Barat dan di ijinkan.

“dari enam yang di lelang, yang baru dilantik 4 orang. Inspektur Kabupaten Sintang belum dilantik karena belum mendapatkan persetujuan tertulis dari Gubernur Kalbar. Saya selaku Bupati Sintang sudah mengajukan secara tertulis, tetapi belum ada jawaban tertulis dari Gubernur Kalbar,” terangnya.

Jarot menyampaikan pelantikan ini memang harus di lakukan karena ada satu pejabat yang dilantik tadi, akan segera melewati batas umurnya. Untuk kepentingan bersama ini adalah langkah yang tepat.

“Kadis Dukcapil, Kemendagri minta wawancara ulang. Ada tiga orang yang sudah diwawancara oleh tim dari Kemendagri. Selanjutnya mereka bertiga akan membuat makalah lagi. SK Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang nanti dari Kemendagri,” tegasnya.

Jarot menjelaskan jika Sk sudah keluar maka Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang serta Inspektur Kabupaten Sintang akan segera di lantik.

“saya berpesan kepada para pejabat yang dilantik dan seluruh kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang agar memiliki sense of emergency. Bahwa kita sedang darurat covid-19. Saat ini Pontianak zona merah dan Sintang zona orange. Saya selalu bilang, kalau Jakarta dan Pontianak belum selesai, maka Sintang juga tidak bakalan selesai mengurus corona ini. Semua karena konektivitas yang tinggi sekali antara Jakarta dengan Pontianak dan antara Pontianak dengan pusat kabupaten termasuk Sintang,” terangnya.

Jarot menambahkan kalau sintang sampai masuk zona merah maka cek poin atau posko di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk akan di aktifkan kembali.

“bakan saya buka dua posko, yakni di Sepulut untuk arah Pontianak dan Sungai Ukoi untuk orang masuk dari Melawi. Tetapi yang paling banyak dari Pontianak baik orang luar yang akan masuk ke Sintang maupun mobilitas orang Sintang sendiri,” ungkapnya.

Menurut Jarot dalam kondisi seperti ini seluruh Kepala ODP harus memiliki kesiapan untuk berkorban  dan harus mampu bekerja dengan baik dalam keadaan dana yang apa adanya.

“dana yang ada di OPD kan terkena refocusing,  ada yang anggaran perjalanan dinas sudah tidak ada, jadi harus mau berkorban. Tetap bekerja dengan semangat dengan dana yang minim,” sambungnya.

Jarot menjelaskan soal kondisi zona merah di pontianak dan persiapan pembelajaran tatap muka untuk Kabupaten Sintang tetap on the track. Sesuai dengan arahan presiden yang bukan zona merah tetap melaksanakan belajar tatap muka, dua hari dalam seminggu, dua jam dalam sehari pembelajaran.

“kecuali, tiba tiba Sintang masuk zona merah, maka akan kita hentikan lagi belajar tatap mukanya. Tapi yang pasti, kalau Pontianak zona merah, maka akan berpengaruh terhadap semua ibu kota kabupaten kota karena konektivitas dan mobilitas warga. Kalau Sintang masih zona kuning atau orange, proses belajar tatap muka tetap on the track. Kan hanya 2 hari seminggu dan 2 jam per hari,” terangnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x