Selasa, 19 Oktober 2021

Bupati Sintang: Penyebaran Virus Covid-19 Belum Berakhir

30 Juni 2021

FOTO: Jarot Winarno mendeklarasikan Desa Betung Permai, Kecamatan Ketungau Hilir sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan

 

SINTANG, DN –  Bupati Sintang Jarot Winarno mendeklarasikan Desa Betung Permai, Kecamatan Ketungau Hilir sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan di halaman SDN 41 Sepinang, Desa Betung Permai, Kecamatan Ketungau Hilir, pada Senin, 28 Juni 2021.

Dalam deklarasi Desa Betung Permai sebagai Desa ODF Jarot juga mengingatkan warga bahwa penyebaran virus corona belum berakhir dan warga harus disipilin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Jarot menyampaikan bahwa Sintang harus kita jaga agar kalau bisa terhindari dari penyebaran corona, segera pulihkan dampak ekonomi  dari corona ini, dan segera melanjutkan program program yang ada. Penyebaran corona di Sintang pernah kritis, pada akhir bulan Mei-Juni 2021. Pada waktu itu, rumah sakit penuh semuanya, angka tingkat hunian ruang isolasi mencapai 91-92%, sulit untuk mencari ruang isolasi, kasus 1 minggu bisa mencapai 154 kasus, meninggal 36 kasus pada Mei 2021.

“Sehingga total sampai hari ini yang meninggal sudah mencapai 145 orang, kecamatan ketungau Hilir ada 4 orang yang meninggal, tetapi keadaan membaik ketika kita buka check point di Desa Sepulut, dalam 3 minggu kita jaga posko. Kita berhasil mengidentifikasi 167 orang positif corona, kalau tidak kita jaga di Sepulut, mereka masuk ke Sintang dia tidak tau bahwa dia positif kemudian berinteraksi denan masyarakat Sintang sehingga bisa menularkan ke banyak orang,” terangnya.

Jarot juga menjelaskan hasil sepertiganya di kembalikan ke daerahnya masing-masing, sepertiganya bersedia di isolasi di Kabupaten Sintang, sepertiganya menginginkan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing yang orang tanpa bergejala.

“sejak itu kasus menjadi turun, minggu ini 35 kasus, minggu sebelumnya 30 kasus, jadi 30’an kasus perminggu, tetapi yang meninggal masih tinggi, minggu lalu 13, sebeolumnya 9, jadi masih tinggi, rata-rata yang meninggal kasusnya karena terlambat, orang sudah masa bodoh dengan corona, tidak perduli dengan corona, jadi kalau batuk pilek, hilang penciuman dia tunggu dulu, takut dibawa ke rumah sakit, nanti di isolasi, jadi pas sesak nafas baru dibawa ke rumah sakit, itu saturasi oksigennya sudah 50-30-60 meninggal, ” terangnya.

Jarot menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak takut dan panik karena pada akhir nya akan baik-baik saja, bahkan beberapa negara lain tidak di wajibkan menggunakan masker. Kenapa semuanya itu, karena mereka cepat melakukan vaksinasi, sebelum vaksinasi mencapai 80%, mereka disiplin melaksanakan PPKM Mikro dan Protokol 6M.

Menurut Jarot pada situasi seperti sekarang ini tidak perlu saling menyalahkan, pemerintah bekerja keras untuk melakukan 3T yakni Tes, Tracing, Treatment dan menjamin ketersediaan stock vaksin, mendistribusikannya hingga ke pedalaman, lalu menjaga jangan sampai kasus corona import itu datang.

“makanya dari pihak TNI/Polri membantu kita semuanya melakukan kegiatan gebyar vaksinasi, kemudian juga menegakkan PPKM Mikro. Jadi kalau Posko di Desa Sepulut sudah kita buka banyak orang yang ada kasus corona masuk Sintang. Maka kuncinya ada di desa kita masing-masing, kita jaga, pos korona dihidupkan kembali, orang dari luar stop dulu jangan bergabung, isolasi mandiri, lapor PKM, dan PKM bertindak untuk melakukan rapid antigen untuk mengetahui apakah dia positif atau negatif corona,” sambungnya.

Jarot menyampaikan pada masyarakat agar mau berkorban dan bersabar untuk melakukan 6M, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas, Mengurangi Makan Bersama. Kemudia jika mayarakat tidak takut di vaksin buatlah Pemerintah kewalahan memenuhi stock vaksin, karena masyarakatnya pengen divaksin.

“kemarin Gebyar Vaksinasi di Kota Sintang itu satu titik bisa mencapai 300 orang yang divaksin, bahkan 400 orang. Semua masyarakat ini mau divaksin, vaksin ini halal dan aman, namanya orang di suntik, kalau pegal-pegal itu biasa. Namanya imunisasi kepada anak kita pun kadang-kadang demam sedikit itu biasa, jadi kalau ada efek samping itu hal yang biasa. Vaksin itu nyaman halal, gratis, mudah, yang penting ada KK, KTP, mau KTP dari Empura vaksinasi di Serangas, mau kita orang Serangas pun boleh datang langsung ke GOR, Lapangan Basket, atau fasilitas yang menyediakan vaksin, sekarang semuanya dipermudah, sebab Amerika bisa lepas masker, nonton basket, di Australia. Karena negara tadi itu tingkat vaksinasinya sudah mencapai 80%, kalau sudah 70%, divaksinasi akan menjadi imunitas kelompok (herd imunity), sebelum  vaksinasi mencapai 70% harus tetap melaksanakan Protokol Kesehatan 6M tadi,” tegasnya.

Jarot menjelaskan di Sintang yang sudah pernah divaksinasi sudah 11% lebih, jadi 260.000 yang harus di vaksin, sekarang sudah tervaksinasi 27.000 lebih, tetapi yang vaksinasi lengkap (sudah 2x vaksin) baru sekitar 7% atau baru 8.000 lebih. Kita kejar target 260.000, Jarot yakin bulan Desember 2021 akan tercapai target.

“Jangan takut, cemas, pada akhirnya akan baik-baik saja, akan tetapi pada masyarakat diminta kesabaran dan rela berkorban melakukan 6M tadi. Sambil desa kita jaga, segera pulihkan ekonomi, kalau kita takut begini, takut begitu, nanti kita meninggal bukan karena corona tetapi meninggal karena lapar. Jadi kita harus dipulihkan lagi. Saat corona ini, sektor yang masih berkembang dengan bagus adalah pertanian dan perkebunan, kalau menoreh karet itu jaraknya agak jauh, lalu kita berjemur kena matahari memperkuat tubuh kita, pertanian perkebunan tetap hidupkan, ekonomi pulihkan, kemudian lagi, pembangunan kita lanjutkan,” terangnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x