Senin, 14 Juni 2021

Pemkab Sintang Evaluasi Penangan Covid-19 Tahun 2020

14 Januari 2021

DELTANEWS [SINTANG] – Pemerintah Kabupaten Sintang mengevaluasi pelaksanaan penanganan covid-19 tahun 2020 di Pendopo Bupati Sintang pada, Rabu (13/1/2021)

Tak hanya itu,  Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang juga menyusun rencana untuk mengendalikan dan menurunkan penyebaran covid-19 di Kabupaten Sintang yang saat ini berada di zona orange.

Bupati Sintang menyampaikan bahwa kasus terkonfirmasi yang terus bertambah menandakan bawa corona masih belum selesai dan tidak diketahui kapan berakhir. Jarot juga mengatakan kasus corona tersebut serta belum mencapai puncaknya.

“Kabupaten Sintang masuk kategori zona orange. Sejak April 2020 hingga kini, terjadi 681 kasus. 6 diantaranya meninggal. Puncak kasus terbanyak di Kabupaten Sintang terjadi pada minggu ketiga Oktober 2020 dengan 69 kasus yang didominasi kluster Seminari Menyurai. Selesai Natal dan Tahun Baru 2021, melonjak lagi dengan 63 kasus dengan 1 orang meninggal. Yang 63 kasus ini, 61 orang diantaranya sehabis melakukan perjalanan liburan, hanya 2 orang yang tidak pergi kemana-mana namun tertular. Saya menganggap kinerja tim satgas sudah bagus. Kadang-kadang pas saya sedang ngopi, ada penertiban. Itu bagus,” terang Bupati Sintang

Maka dari itu, Jarot mengajak masyarakat supaya selalu menerapkan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. “Mengatasi corona ini harus kolaborasi dan bersama-sama. RT, RW, Desa yang mandiri dan siaga corona penting untuk diaktifkan” terang Bupati Sintang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harisinto Linoh  menyampaikan  bahwa Dinas Kesehatan sudah melalukan pemeriksaan terhadap 8. 229 spesimen,  7.292 diantaranya negative dan terkonfirmasi sebanyak 681 orang. “seharunys Kabupaten Sintang sudah menerima vaksin dari pusat, namun dibatalkan.  Lalu vaksin tersebut dialihkan untuk Kota Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya. Kita akan menerima vaksin sebanyak 1.700 dosis untuk tenaga kesehatan pada bulan Februari nanti”jelas Harisinto Linoh.

“hingga saat ini Pemkab Sintang sedang merawat 15 orang dirawat Ruang Isolasi Mandiri dan 5 orang dirawat di Ruang Isolasi Khusus RSUD AM Djoen Sintang. Ada 62 orang dirawat di rumah susun RSUD AM Djoen Sintang dan 11 orang dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dari total 681 kasus terkonfirmasi, pria 58 persen dan 41,85 persen wanita. Untuk pria didominasi usia 11-20 tahun yang saat itu berasal dari Seminari Menyurai dan Pesantren. Sedangkan wanita didominasi usia 21-30. Dari total 681 kasus, 90 persen yang dirawat itu tanpa gejala atau gejala ringan. Gejala berat ada 3 persen. Sintang ini sudah 4 minggu belum bergerak dari zona orange. Per 9 Januari 2021, Kecamatan Sintang masuk kategori resiko sedang. Sungai Tebelian, Binjai Hulu, Kayan Hilir, Kayan Hulu, Sepauk dan Tempunak masuk resiok rendah. Kecamatan lain tidak terdampak atau zona hijau. Kita membuka tahun 2021 dengan 63 kasus dengan didmoniasi klaster perjalanan atau liburan,” terang Harisinto Linoh. (LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x