Senin, 14 Juni 2021

Pemkab Sintang Gelar Upacara Harjad Kota Sintang Ke-659 Tahun 2021

25 Mei 2021

FOTO: pada saat pelaksanaan upacara harjad kota Sintang

SINTANG, DN – Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar upacara dalam rangka memperingati hari jadi kota sintang ke-659 tahun 2021, di Halaman Kantor Bupati Sintang, Selasa 25 Mei 2021  pagi.

Bertindak selaku Inspektur Upacara yaitu Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny, sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah bertugas sebagai pembaca Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kota Sintang dan Edo Purwanto selaku komandan upacara.

Upacara acar ini dihadiri Sultan Sintang Pangeran Prabu Kesumanegara VII dan Permaisuri, unsur Forkpimda, unsur OPD di Lingkungan Pemkab Sintang, Ketua TP PKK Kabupaten Sintang, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan tamu undangan lainnya.

Upacara diawali dengan penyerahan Replika Burung Garuda yang merupakan lambang Kerajaan Sintang dari Sultan Sintang kepada Ketua DPRD Kabupaten Sintang selaku Inspektur Upacara. Para peserta upacara juga di wajibkan memakai pakaian batik daerah dan pakaian adat daerah masing-masing.

Pada amanat Inspektur Upacara, Florensius Roni membacakan sambutan Bupati Sintang, mengatakan bahwa setiap tanggal 10 Mei selalu dilaksanakan upacara peringatan Hari Jadi Kota Sintang, namun pada 10 Mei 2021 kemarin bertepatan dengan bulan ramadan, dimana umat muslim menjalankan ibadah puasa, sehingga pelaksaan upacara baru bisa di laksanakan pada 25 Mei 2021 ini.

Ronny menjelaskan bahwa upacara peringatan Hari Jadi Kota Sintang ini sebagai momentum mengenang sosok Jubair Irawan I beserta pengikutnya yang berhijrah dari kerajaan sepauk ke titik pertemuan alur sungai kapuas dan melawi yang sekarang menjadi Keraton Al Mukarramah Sintang. Di jelaskan dia pula, tema peringatan Hari Jadi Kota Sintang yang diusung ini yaitu “bertema”, merupakan singkatan dari bersama terus maju.

“tema ini memberi pesan kepada kita bahwa kota sintang sebagai rumah besar kita semua, yang harus diisi dengan spirit berbersamaan dalam kemajuan. Tidak boleh ada kelompok yang tertinggal atau ditinggalkan, sementara kelompok lain lebih di depan dalam membangun kota sintang,” terangnya.

“semua kelompok anak bangsa harus di beri hak, tempat, kesempatan dan perlakuan yang sama untuk berkontribusi memajukan kota sintang sebagai landmark Kabupaten Sintang. Terlebih suasana pendemi covid-19 saat ini dengan spirit kebersamaan justru menjadi modal melawan covid-19 agar persuadaraan dan kesatuan semakin kokoh,” tambahnya.

Ronny menjelaskan bahwa pada peringatan Hari Jadi Kota Sintang tahun ini masih dalam suasana keprihatinan, karena belum selesainya wabah pandemi covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua.Covid-19 juga telah menjadi silent killer bagi umat manusia, tiada cara lain yang harus di lakukankan untuk melawan covid-19 ini yakni dengan terus melakukan pencegahan, pengobatan dan mengantisipasi dampak dari covid-19 di Kabupaten Sintang. Di Indonesia sendiri hingga saat ini ada 1,7 juta orang yang terpapar dan 1,6 juta lebih yang sudah berhasil sembuh dan ada sekitar 48.000 orang yang meninggal dunia.

“khusus di Kabupaten Sintang, ada 2.000 lebih orang yang dinyatakan positif covid-19. Sementara 1.900-an orang berhasil sembuh dan 79 orang dinyatakan meninggal dunia akibat covid-19,” ungkapnya.

 “meski terasa letih dan jenuh, bahkan ada sebagian yang mulai tidak peduli terhadap covid-19 ini, saya ingatkan kita semua untuk tidak lengah apalagi menyerah melawan covid-19. Program vaksinasi yang di lakukan pemerintah saat ini menjadi harapan baru yang harus kita sukseskan, agar pandemi inio segera berakhir,” tambahnya.

Ronny menyampaikan meskipun peringatan Hari Jadi Kota Sintang  tahun ini tidak semeriah tahun lalu, semangat mempringti harus terus membekas di hati seluruh komponen anak bangsa yang ada disintang. Seperti yang diajarkan sosok Jubari Irwan I betapa pentingnya nilai-nilai kebersamaan, warisan nilai kebersamaan inilah wajib untuk di aktualisasikan dalam panggung kehidupan sosial dalam melawan covid-19.

“perbedaan atas dasar sara yang kita miliki harus di rajut dengan tali-tali saling kenal-mengenal, hasrat untuk bersaudara serta menebar kasih sayang satu dengan yang lainnya harus terus kita galakkan. Kalau diantara kita merasa senang, maka semua harus juga merasa senang, sebaliknya jika ada yang susah, maka rasa susah itupun kita rasakan bersama juga,” tegasnya.

“kehidupan adalah 10% apa yang terjadi pada anda dan 90% adalah bagaimana anda meresponnya artinya, tantangan terbesar kita menghadapi covid-19 adalah bagaimana kita merespon secara tepat dan cerdas, percaya adanya covid-19, kemudian patuhi protokol kesehataan dengan menerapkan 5 M, terus berprilaku hidup bersih dan sehat serta saling peduli pada sesama merupakan respon terbaik melawan covid-19,” sambungnya.

“pemkab sintang memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada sultan sintang dan seluruh kerabat keratin Al Mukarramah Sintang atas jasanya yang terus menjaga kebudayaan sintang tetap lestari,” tambahnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x