Senin, 14 Juni 2021

Pemkab Sintang Minta Satgas Optimalkan Komunikasi Publik

21 Mei 2021

FOTO: Rapat koordinasi

SINTANG, DN –Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar  Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang Bidang Komunikasi Publik di Aula BKPM Polres Sintang pada Kamis, 20 Mei 2021.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang yang juga Kapolres Sintang AKBP Ventie Bernard Musak. Rakor tersebut membahas cara mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan virus yang sedang menyerang dunia yaitu covid-19.

Kapolres menjelaskan bahwa melonjaknya kasus terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Sintang sudah menimbulkan banyak masalah seperti menipisnya kit antigen, kekurangan ruang isolasi khusus, kekurangan tenaga medis, dan terjadinya gesekan antara masyarakat yang keluarganya meninggal karena covid-19 dengan Satgas.

“kasus meninggal karena covid-19 juga meningkat. Sehingga satgas perlu merubah strategi komunikasi publik dan tidak hanya fokus pada penerapan protokol kesehatan saja, tetapi perlu dilakukan sosialisasi gejala orang terinfeksi covid-19 sehingga masyarakat lebih cepat mendeteksi dan tidak datang ke rumah sakit saat kondisi sudah kritis dan masih bisa ditolong. Sehingga kami ingin, kasus kematian semakin menurun,” terangnya.

Kapolres juga menambahkan penyebaran akan semakin tinggi dengan varian baru dan sosialisasi sangat perlu dilakukan secara masif. Betapa pentingnya memperkuat komunikasi publik dan memanfaatkan semua jenis saluran komunikasi yang dimiliki untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

 “masyarakat harus mengetahui gejala terinfeksi covid-19 sedini mungkin dan segera berobat ke rumah sakit,” ungkapnya

 “Maka gejala ini perlu kita sosialisasikan ke masyarakat dan inilah tugas Bidang Komunikasi Publik yang ada dalam satgas. Lakukan sosialisasi lebih kuat dan sinergi lebih baik sampai ke RT dan RW. Pilih format dan strategi sosialisasi yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat,” tambahnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus saat mewakili Bupati Sintang menyampaikan bahwa kesehatan yang menjadi utama bukan ekonomi. Dia minta publikasi dan komunikasi kepada masyarakat dioptimalkan dan jangan ditutupi sehingga tidak ada yang perlu dicurigai.

“jangan ditutup-tutupi, sampaikan informasi yang sebenarnnya. Sehingga tidak membuat sesat pikir di masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya untuk menepis kecurigaan masyarakat, perlu melibatkan tokoh agama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kritik oleh mahasiswa dan LSM, momentum untuk memperbaiki kinerja satgas, itu baik untuk memberikan motivasi kepada kita,” sambungnya.

Menurut Yustinus sosialisasi ke kampus perlu dilakukan  supaya mahasiswa mengetahui bahwa covid-19 ini ada dan berbahaya. “mereka adalah kaum itelektual yang harus kita rangkul dan libatkan untuk mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.

 

Yustinus juga mengingatkan kepada anggota satgas khususnya bidang komunikasi publik agar jangan lelah dan bosan untuk melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat soal penanganan covid-19 ini.

”Lakukan juga pendekatan persuasif kepada masyarakat. Soal anggaran, kita belum ada. Kit antigen saja kita belum bisa bayar atau masih hutang. Kita masih fokus pada refocusing anggaran sampai 28 Mei 2021 ini. Kalau tidak selesai refocusing sampai 28 Mei 2021, ASN saja tidak akan mendapatkan gaji. Bidang Komunikasi Publik agar bersinergi dan melakukan jemput bola soal data dan yang lainnya. Saling komunikasi dengan anggota satgas lain dalam hal data dan informasi,” terang Yustinus .

Benny Enos menyampaikan bahwa banyaknya jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit virus corona mencapai 166 dan 1 orang diantaranya meninggal.

“ Kami bersyukur adanya operasional posko di Sepulut karena terbukti mampu menekan impor kasus dari luar, saya juga meminta masyarakat mewaspadai belanja online dari luar Sintang. Penyedia jasa antar barang juga harus menyemprot desinfektan barang yang masuk ke Sintang,”tegasnya.

“Penyuluhan soal protokol kesehatan juga perlu diperketat.Masyarakat juga ada yang tidak mau tahu, namun satgas harus terus bekerja memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” tambahnya.

Herkulanus Roni menyampaikan bahwa 8 persen ADD bisa dipakai untuk penanganan covid-19 di desa dan diketahui kalau sudah dikeluarkan surat edaran agar pemantauan keluar masuk orang sampai pada tingkat RT dan RW.

“Kami juga sudah minta desa siapkan tempat isolasi di desa. Kami terus mengingatkan pemerintah desa agar wasapad soal penularan covid-19 ini. Satgas desa harus aktif dan menyampaikan laporannya, lakukan juga pemetaan zona sampai ke RT sehingga penangaan menjadi efektif. Hanya baru 2 desa yang sudah melaporkan pemetaan zona ini,” terangnya.

Eko Bintara Saktiawan menyampaikan bahwa tidak mempercayai adanya covid-19 adalah bentuk merendahkan profesi kesehatan dan hasil penelitian para ilmuan.

“orang yang meninggal karena covid-19, rata-rata datang ke rumah sakit pada saat sakitnya sudah parah. Seharusnya ketika ada gejala terinfeksi covid-19, langsung berobat, jangan tunggu parah baru ke rumah sakit. Ada yang sudah terinfeksi, namun masih santai di tempat umum. Maka sosialisasi dan publikasi perlu diperkuat lagi. Saya ingin satgas ini sebagai sebuah organisasi semakin efektif dan berfungsi dengan baik,” tegasnya.

Hery Sumitro Lingga menyampaikan selama dua tahun ini bidang komunikasi publik tidak berjalan dengan baik. Sosialisasi yang disampaikan pun kurang efektif, yang hanya ada hanya menakuti masyarakat. “seperti isu Sintang masuk zona hitam, seharusnya dilakukan penjelasan sehingga tidak menjadi isu liar. Itu evaluasi dari kami para jurnalis. Isu-isu di media sosial juga harus dilakukan counter oleh satgas khususnya bidang komunikasi publik sehingga tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat,” tegasnya.

Hadir dalam rakor tersebut, Dandim 1205 Sintang Letkol Inf  Eko Bintara Saktiawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Herkulanus Roni, Camat Sintang Siti Musrikah, perwakilan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, pejabat utama Polres Sintang serta anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang bidang Komunikasi Publik.(LL)

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x