Jumat, 10 September 2021

Positif Covid-19 di Sintang Hampir 2.000 Kasus, Ini Kata Jarot

2 Mei 2021

FOTO: Bupati Sintang Jarot Winarno

 

SINTANG, DN – Bulan April 2021, menjadi rekor tertinggi angka kasus pasien meninggal akibat Covid-19. Pada 18 April, angka kasus meninggal tercatat ada 31 kasus. Angkanya naik pada 24 April menjadi 34 kasus. Diakhir bulan, sampai dengan 1 Mei 2021 meningkat tajam menjadi 44 kasus.

Berdasarkan data yang diupdate Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Per 1 Mei 2021, dari total kasus konfirmasi mencapai 1.890 orang, pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.607 orang. Angka kasus konfirmasi covid-19 di Kabupaten Sintang, tembus angka 1.890 orang, dari total 11.005 spesimen yang diperiksa. Hingga kemarin, masih ada ratusan kasus aktif yang menjalani isolasi di sejumlah fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah. Terbanyak ada 105 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan ketat tim satgas.

Pemerintah Kabupaten Sintang, melarang masyarakat mudik lebaran pada tahun ini mengingat saat ini terjadi lonjakan kasus corona. Dalam waktu dekat, Satgas juga akan melakukan pengetatan pelarangan mudik, dengan mendirikan pos di ruas jalan Sintang-Sekadau untuk antisipasi kasus corona impor dari pelaku perjalanan.

“Jangan mudik tahun ini. Kita mengacu pada PPKM mikro. Kita tetap teguh pada aturan pemerintah. Masyarakat dilarang mudik,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Mengurangi mobilitas atau menunda mudik lebaran, sebagai upaya menekan laju penyebaran corona di Kabupaten Sintang. Sebab, penularan virus lokal maupun kasus impor sama-sama berbahaya. “Karena memang transmisi di sintang ini sudah gila- gilaan. Saya dapat laporan tadi pagi di merakai, 10 positif 3 positif samar. Di serawai juga. Jadi memag corona ini memang ada di mana-mana. Mau transmisi pendatang atau lokal, sama bahayanya. Kita tidak bisa pilih-pilih,” tegas ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang.

Jarot menilai, virus corona varian baru saat ini lebih ganas dari yang sebelumnya. Bahkan, angka kasus kematian di Sintang hanya pada bulan April 2021 saja, di atas rata-rata dunia. “Keseluruhan angka kematian kasusnya 1,8 persen seluruh total kasus konfirmasi. Sekarang ini, bulan April saja, sudah 6 persen, sementara rata-rata dunia itu hanya 5-4 persen saja. Artinya kita sama dengan dunia. Bayangkan 6 persen meninggal, kalau ada 100 orang penderita corona, 6 di antaranya meninggal dunia. Ini lebih ganas,” tegasnya.

Pos pengetatan mudik lebaran rencananya akan dibuat di Terminal Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian dan di Sepulut, perbatasan Sintang-Sekadau. “Pos ini supaya orang yang masuk sintang bisa kita periksa, langsung diswab antigen. Jadi positif atau negatif bisa kita ketahui, segera isolasi. Pelaku perjalanan orang luar yang masuk sintang akan diswab. Kita ndak bisa batasi kendaraan orang masuk sintnag. Kita utamakan yang transportasi umum, taxi bus, kendaraan yang bawa penumpang banyak lah, yang kita curigai mau mudik yang kita cegat, terus diswab,” jelas Jarot.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x