Senin, 14 Juni 2021

Sekda Sintang Mengunjungi Kelompok Petani dan Dengarkan Keluhan Petani

19 Maret 2021

FOTO: Sekda Sintang kunjungi kelompok Tani

SINTANG, DN – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah mengunjungi Kelompok Tani Cakra Mandiri Desa Baning Panjang Kecamatan Kelam Permai pada Jumat, 19 Maret 2021.

Pada kunjungan tersebut, Yosepha Hasnah didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Sintang Kartiyus Perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dan para penyuluh.

Yosepha Hasnah menyampaikan bahwa ia senang bisa ikut melakukan panen cabe keriting dan cabe rawit. Usai panen cabe, Yosepha juga melakukan panen jeruk sambal.

“saya senang bisa berada ditengah-tengah petani hari ini. Terima kasih sudah diajak keliling dan melakukan panen cabe, panen jeruk sambal hari ini. Saya merasakan wawasan dan ilmu saya bertambah hari ini. Saya menjadi tahu cara membuat pupuk cair dan beternak kelulut,” tegasnya.

Abdul Gani Ketua Kelompok Tani Cakra Mandiri menjelaskan bahwa pupuk organik ini berasal dari alam dan kembali ke alam serta mampu mengurangi ketergantungan kepada pupuk kimia yang dibuat pabrik.

“kualitas pupuk organik cair juga sudah kita uji dan teruji. Pupuk organik ini kita mengikuti cara alam. Alam ini dahulu kala tidak ada pupuk kimianya, hutan menjadi subur karena ada pembusukan daun dan ranting kayu sehingga menjadi pupuk alami. Tumbuhan dan kayu menjadi subur, kuat dan besar-besar,” terangnya.

Yosepha menyampaikan kalau ia sepakat untuk mengembangkan sentra-sentra penghasil cabe Kabupaten Sintang, cabe menjadi salah satu inflansi di Kabupaten Sintang.

“Kami di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang selalu direpotkan dengan penyebab inflasi di Kabupaten Sintang itu karena tingginya harga cabe di pasaran. Kami sangat mendukung dan mendorong petani cabe untuk tumbuh dan berkembang dalam rangka menyuplai kebutuhan cabe masyarakat Kabupaten Sintang,” ungkapnya.

“Saya juga bisa menerima keluhan-keluhan dan harapan para petani cabe dan jeruk sambal. Kita akan pertimbangkan untuk memberikan bantuan traktor rotary untuk kelompok tani di sini untuk meringankan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen,” sambungnya.

Abdul Gani Juga menambahkan kalau sebenarnya bertani tanpa pupuk kimia juga bisa dengan menggunakan pupuk organik. “Manusia itu tidak sabar, ingin cepat, ingin sesuatu yang instan. Tanahnya dirusak sendiri, maka kami kuat menggunakan pupuk organik. Dan kami siap membantu petani lain karena bagi saya, sebaik-baiknya manusia, bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Menurut Abdul petani harus lebih kuat dan ulet agar mampu menyuplai kebutuhan masyarakat sendiri, jika ada 20 petani cabe saja dirasa sudah mampu menyuplai cabe untuk masyarakat Kabupaten Sintang.

“Syaratnya fokus, ada modal, ulet dan didukung Pemkab Sintang. Untuk mendorong tumbuhnya petani cabe misalnya, saya sarankan Pemkab Sintang menggelar lomba petani cabe setiap tahun antar kecamatan. Tujuanya untuk memberikan motivasi dan saling belajar antara petani cabe yang ada di Kabupaten Sintang,” sambungnya.

Abdul juga menambahkan banwa di Kabupaten Sintang ini sudah banyak petani yang berkembang dan kalau bisa cabe kita disuplai sampai ke daerah lain, jika cabe banyak dan murah juga bisa membantu usaha lain seperti usaha makanan.

“Kami ingin keterlibatan Pemkab Sintang dalam membantu petani menyuplai kebutuhan cabe untuk masyarakat Kabupaten Sintang. Ke depan, harapan kami, Kabupaten Sintang tidak perlu mendatangkan cabe dari luar Kabupaten Sintang, bahkan kalau bisa, kita yang mensuplai cabe untuk kabupaten lain,” ungkapnya. (LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x