Jumat, 10 September 2021

Sekda Sintang Tinjau Peternak Kelulut di Desa Baning Panjang

19 Maret 2021

FOTO: Sekda Sintang Tinjau Peternak Kelulut

 

SINTANG, DN – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah mengunjungi tempat peternakan kelulut milikKelompok Tani Cakra Mandiri Desa Baning Panjang Kecamatan Kelam Permai pada Jumat, 19 Maret 2021.

Sekda mengatakan Pemkab Sintang sangat mendukung pengembangan budidaya kelulut di Bumi Senentang. Selain tidak rumit, madu kelulut juga bernilai ekonomis tinggi.

“saya sudah melihat dan mendengar cara membudidayakan kelulut, ini menambah wawasan saya, ternyata tidak begitu rumit namun perlu ketekunan,” ujarnya.

Dia berharap banyak masyarakat Sintang yang membudidayakan kelulut. Menurut sekda budidaya kelulut di Sintang potensinya masih sangat besar.

“khasiat madu kelulut sangat baik untuk kesehatan, sehingga pemasarannya mudah walau harganya lumayan tinggi. Tentu pengembangan budidaya kelulut ini sangat besar potensinya,” pungkas Sekda.

Ketua Kelompok Tani Cakra Mandiri Abdul Gani  pihaknya baru 2 tahun terakhir membudayakan kelulut. Mereka membeli induk kelulut dengan harga rata-rata 300 ribu per pohon yang diambil dari tengah hutan di Desa Ransi Panjang, Ensaid Panjang, Sungai Maram dan Baning Panjang.

“sekarang hutan semakin habis, kalau tidak kita kembangkan maka kelulut akan habis dan punah. Maka kita inisiatif untuk membeli induk kelulut dan kita satukan di sini untuk dikembangkan,” terangnya.

Abdul juga menyampaikan bahwa penghasilan dari madu kelulut ini cukup tinggi,bahkan sudah terjual sampai keluar daerah. “kami pernah sekali panen menghasilkan 50 liter dan jika dijual di sekitar Kelam Permai harganya mencapai 400 ribu per liter. Keluar Kelam Permai sudah mencapai 500 ribu per liter. Pernah kami kirim ke Medan dengan harga 700 ribu per liter. Pernah kirim ke Jawa Tengah juga dengan harga 800 ribu per liter. Kita menjamin keaslian madu kelulut ini. Beternak kelulut ini, tanpa mikir tapi menghasilkan uang. Kelulut yang bekerja menghasilkan uang. Kurang lebih seperti usaha burung walet. Kita hanya siapkan tanaman bunga-bunga saja di sekeliling peternakan,” tegasnya.

Abdul juga menjelaskan cara yang mereka gunakan untuk memanen madu kelulut dengan menggunakan sedotan sehingga cukup steril,sebelum dimasukan sedotan sarang yang tertutup di buka menggunakan lidi.

“dalam satu sarang ini bisa menghasilkan setengah liter madu kelulut. Soal waktu panen, memang tergantung bunga yang ada. Maka di sekiling sarang ini, kami tanami dengan bunga-bungaan seperti bunga air mata pengantin. Setelah madunya diambil, 15 hari kemudian sarang sudah terisi lagi dengan madu yang baru,” terangnya.

Abdul menyampaikan bahwa rasa madu kelulut ini ada percampuran rasa manis, asam, dan pahit, tergantung pada sumber makanannya atau tanaman bunga yang tersedia. “untuk perawatanya sangat mudah,” pungkasnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x