Senin, 14 Juni 2021

Sekolah Lapangan Iklim Oprasional Tahun 2021

25 Mei 2021

FOTO: Kegiatan pada saat Sekolah Lapangan Iklim

SINTANG, DN –Bupati Sintang di wakili Asisten 2 bidang ekonomi dan pembangunan sekretariat daerah kabupaten sintang Yustinus J membuka kegiatan sekolah lapang iklim (SLI) operasional BMKG yang di laksanakan di Rumah Kopi Kelam pada selasa pagi, 25 Mei 2021.

Kegiatan ini di hadiri oleh Bapak Luhur Tri Uji Prayitno selaku kepala Stasiun Klimatologi Mempawah. Juga di ikuti secara Daring oleh Ketua Komisi V DPRRI Lasarus, kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati.

Dalam sambutannya Yustinus menjelaskan bahwa secara nasional bidang pertanian merupakan sektor penting bagi negara kita yang di kenal sebagai negara agraris,setiap daerah di indonesia kita memiliki potensi pertanian masing masing setiap wilayah memiliki potensi komoditi yang sesuai  dengan kondisi wilayah dan sektor lain nya.

”tidak kalah penting Kabupaten Sintang ini memiliki potensi besar dibidang pertanian dan perkebunan seperti kita tahu dengan wilayah kabupaten sintang yang masih luas lahan untuk di jadikan bebagai macam jenis komoditi pertanian dan perkebunan.dengan ini kita harapkan kabupaten sintang memiliki kemajuan multi sektoral salah satunya bidang pertanian,” terangnya.

Yustinus menambahkan kegiatan SLI yang pertama kali di Kabupaten Sintang ini diharapkan mampu menyemangati serta menunjukan antusias para petani, yang bertujuan dalam pembinaan masyarakat petani untuk lebih tanggap dan menerapkan siklus iklim untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pertaniannya,dengan konsep sedehana di lahan persawahan seperti ini yang dapat menciptakan atmosfer yang sebenarnya.

“manfaatkan dengan baik momen ini bertanya lah lebih banyak dari awal sampai benar benar paham,kepada yang benar benar paham di bidang iklim sampai bagaimana penerapan di bidang pertanian karena kesempatan ini sangat berharga bagi kita sebagai petani khusunya petani yang bergerak di lahan persawahan,” ungkapnya.

sejarah SLI yang sudah di laksanakan oleh BMKG di kalimantan barat ini sudah 18 kali SLI sosagro dan SLI operasional 2021 baru di sintang ini, statistik peserta yang mengikuti sebanyak 243 orang jika di lihat dari pekerja nya petani lebih banyak, sebagai gambaran ini bertujuan melaksanakan pembinaan peranserta masyarakat dalam kegiatan BMKG di bidang pertanian, khusus komoditas yang akan di tanam tahun ini.

Luhur menyampaikan bahwa di kalimantan barat ini kita memasang 129 pos kerjasama di kabupaten sintang ini kita memasang 10 pos ujian kerjasama salah satunya di kelam permai ini gambaran kondisi umum iklim di kabupaten sintang ini sebaran curah hujan bulanan lebih tinggi rata rata di atas 150 perbulan dan puncak nya di bulan november dan desember,jika kita lihat curah hujan tahunan sedikit menurun dari tahun tahun sebelum nya.

“Kita bekerjasama dengan dinas pertanian kabupaten sintang melaksanakan survei di bidang pertanian memiliki potensi yang yang sangat besar dan ini bukan hanya di bidang tanaman padi saja tanaman cabe dan ubi jalar juga bagus ini yang perlu kita tingkatkan dan perhatian khusus mengenai pengetahuan perkiraan cuaca dan iklim,” tegasnya.

Melalui menyampaikan melalui daring tema ini sangat bagus sekali. “saya kira sangat bagus sekali kegiatan seperti ini karena saya juga merasakan perubahan iklim di daerah kita kalimantan barat ini karena siklus di sini cenderung dengan ladang berpindah masih sangat sedikit dengan pertanian menetap dengan cetak sawah,beberapa waktu yang lalu sudah ada program cetak sawah namun belum maksimal dan masyarakat masih mengandalkan ladang berpindah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari hari,” tegasnya.

“dengan kegiatan dari BMKG ini sudah harus kita terapkan untuk melihat siklus tanam dengan baik ini merupakan media untuk mengedukasi masyarakat memahami apa hubungan keberhasilan bertani dengan siklus iklim itu sendiri, ini yang harus kita jalan kan karena masih sangat awal dan akan kita anggarkan setiap tahunnya guna memberi pengetahuan kepada petani betul-betul memahami siklus iklim yang sangat erat hubungannya dengan hasil pertanian dalam mengelola hasil produksinya,” tambahnya.

Dwikortika menyampaikan melalui daring dengan kegiatan ini semogga mampu menguatkankan kita di tengah pandemi ini, serta perubahan iklim yang tidak bisa di prediksi cenderung berdampak menganggu musim bertani kita karena perubahan iklim yang sengat tidak menentu.

”dampak perubahan iklim ini berdampak sangat serius, karena mangkin sering kejadian ekstrim seperti kita ketahui curah hujan pertahun nya semangkin menurun kerena untuk tanaman kita sangat memerlukan curah hujan yang cukup, yang di khawatirkan menurunnya secara musiman mengering. Hal ini yang menjadi alarm buat kita semua dan harus kita perhitungkan dengan tepat supaya tanaman yang kita siapkan tidak gagal,” tegasnya.

“Ini yang harus kita rubah pola terhadap lingkungan dengan cara kita menerapkan melalui pertanian di wilayah kita dengan penerapan pertanian dengan memperkirakan siklus iklim di wilayah kita, dengan membekali para petani dengan pelatihan sekolah lapang iklim (SLI) ini,” tambahnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x