Jumat, 10 September 2021

Tinjau Proyek Pembangunan di Kawasan Perbatasan, Ini Kata Wabup Sintang

8 Agustus 2021

FOTO: Wabup Sintang saat kunker ke kawasan perbatasan

 

SINTANG, DN – Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto melakukan kunjungan kerja ke kawasan perbatasan untuk meninjau sejumlah proyek pembangunan yakni Jembatan Ketungua III Sui Kelik, PLBN Sui Kelik dan Puskesmas Jasa, Jumat, 06 Agustus 2021.

Dalam kunker tersebut Wakil Bupati di dampingi Asisten Perekonomian & Pembangunan Sekretariat Daerah Kab. Sintang Yustinus J, Kasat Pol PP Kab. Sintang Martin Nandung, Kepala Bidang Koordinasi, Perencanaan, Fasilitasi dan Kerjasama Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kab. Sintang Ramdy Nahum, Staf Kesbangpol Kab. Sintang dan Staf Dinkes Kab. Sintang.

Sudiyanto menyampaikan progres pembangunan jembatan Ketungau III yang merupakan akses menyebrangi Sungai Kelik menuju lokasi PLBN berlangsung baik. Dimana segala bahan material sudah tersedia semua di lokasi, karena untuk jembatan tersebut di targetkan selesai tahun ini.

“Melihat proses pengerjaan yang sedang berlangsung sekarang sudah berjalan dengan baik lah sesuai rencana, untuk jembatan tahun ini selesai, jalan 5 kilo aspal dan yang lainnya secara fungsional. Dan semua menggunakan APBN,” tegasnya.

Sudiyanto menjelaskan terkait Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di targetkan tahun ini akan di mulai kegiatan Land Clearing (pembukaan/pembersihan lahan). Dimana lahan yang sudah di siapkan seluas 25 hektar.

“plbn itu sudah siap tanah 25 hektar, izin lahannyapun tidak ada masalah, tinggal proses land clearingnya lagi tahun ini, kita pemerintah sangat mensuport ya, semoga semuanya berjalan seusai rencana, karena plbn ini merupakan wajah Indonesia di perbatasan, sehingga nanti memberikan dampak bagi kemajuan daerah perbatasan, tentunya masyarakat lah yang akan merasakannya,” terangnya.

Sudiyanto juga meninjau atau mengecek dua titik patok batas RI-Malaysia yakni H.499/20 dan H.499/21 di dampingi Danpos Satgas Pamtas Sui Kelik, Letda Inf. Dedi S. Sudiyanto pun menerima laporan bahwa situasi di tapal batas saat ini aman dan kondusif, karena setiap bulan Satgas Pamtas Sui Kelik melakukan patroli baik mengecek patok batas dan hal-hal lainnya.

Danpos Satgas Pamtas Sui Kelik, Letda Inf. Dedi S, saat mendampingi Wakil Bupati Sintang, menyampaikan untuk pengecekan patok tapal batas memang rutin di lakukan setiap bulannya, dimana setipa kali pengecekan di turunkan 5 orang personel Satgas Pamtas. Dimana Satgas Pamtas yang sedang menjalankan tugas saat ini di Pos Pamtas Sui Kelik yakni dari Bayalyon Infanteri 144/Jaya Yudha, Kodam II/Sriwijaya.

“pengecekan seluruh patok tapal batas RI-Malaysia ini dilaksanaakan patroli setiap sebulan sekali, dimana setiap kali pengecekan kita menurunkan 5 orang personel. Pengecekan atau patroli ini bertujuan untuk melihat kondisi patok batas, karena sering tertimpun tanah longsor, mengalami pergeseran dan hal-hal lainnya. Situasi keamanan disini pun aman terkendali pak,” tegasnya.

Kepala Bidang Koordinasi, Perencanaan, Fasilitasi dan Kerjasama Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kab. Sintang Ramdy Nahum, menegaskan untuk PLBN Sui Kelik memang di target tahun 2021 ini sudah di lakukan land clearing, kemungkinan dalam waktu dekat, karena proses lelangnya sudah selesai dan tinggal menunggu proses kontrak saja. Untuk anggaran land clearing sekitar 20 miliar bersumber dari APBN 2021. Proses pekerjaan land clearing ini sekitar 6 bulan, sehingga untuk pembangunan sarana dan prasarana fisiknya 2022 anggaranya di mulai secara multiyes karena target 2024 PLBN Sui Kelik sudah selesai pembangunannya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kab. Sintang, Yustinus mengatakan Pemkab Sintang terus mendorong dan mendukung seluruh proyek pembangunan di kawasan perbatasan baik itu infrastruktur jalan, jembatan hingga bangunan fisik PLBN Sui Kelik semua berjalan sesuai rencana yakni 2024 sudah rampung semua, sehingga segera di operasionalkan.

Yustinus juga meminta instansi terkait segera menyelesaikan proses izin operaional puskesmas Jasa, karena sangat di sayangkan sekali, bangunan yang begitu megah, dibangun dengan anggaran miliyaran rupiah sudah selesai pembangunan, hampir 2 tahun tapi belum difungsikan. Karena keberadaan Puskesmas Jasa ini akan sangat berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat setempat, karena hal sangat penting.

“Kita berharap agar segera di operaionalkan, karena bangunan yang begitu megah di bangun dengan uang miliyaran rupiah sudah hampir 2 tahun tidak di fungsikan, ini malah akan cepat rusak bangunannya. Maka kita akan mendorong instansi terkait bagaimana agar puskesmas ini bisa segera beroperasi, termasuk terkait status operasionalnya,” ungkapnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x