Jumat, 30 Juli 2021

Wabup Sintang  Ajak Lestarikan Adat Istiadat

29 Juni 2021

FOTO: Sudiyanto menghadiri acara Pelantikan Temenggung dan Tungkat Temenggung Tempunak Hulu (Nemar ke Jenang) serta Pelantikan Ketua Adat Tingkat Desa Jaya Mentari

SINTANG, DN – Wakil Bupati Sintang Sudiyanto menghadiri acara Pelantikan Temenggung dan Tungkat Temenggung Tempunak Hulu (Nemar ke Jenang) serta Pelantikan Ketua Adat Tingkat Desa Jaya Mentari  di Dusun Serpang Desa Jaya Mentari Kecamatan Tempunak, pada Senin, 28 Juni 2021.

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Sintang Maria Magdalena, Camat Tempunak Bernardus Kiang, Ropinus Temenggung Tempunak Hulu, Kepala Desa Jaya Mentari, Kepala Desa di Tempunak Hulu, tokoh adat, tokoh agama dan mayarakat Tempunak Hulu.

Sudiyanto mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Temenggung, Tungkat Temenggung Tempunak Hulu dan Pelantikan Ketua Adat Tingkat Desa Jaya Mentari yang sudah dilakukan.

Sudianto juga menyampaikan kepada masyarakat Tempunak Hulu untuk tidak melupakan adat istiadat kita yang sudah dipelihara sejak nenek moyang kita dahulu.

“permainan tradisional yang ada di Tempunak Hulu juga kalau bisa, ya dijaga dan dilestarikan juga. Seperti pangkak gasing dan yang lain,” tegasnya.

Menurut Sudiyanto tugas ketiga orang ini kedepan cukup berat. Bekerjalah dengan penuh tanggungjawab dan tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga seni budaya ini. Maka perlu bekerjasama dengan pihak lain, bentuk tim yang kuat.

“tugas salah satunya adalah menjadi hakim saat memutuskan hukum adat disini. Tugas lainnya adalah menjaga adat istiadat, seni dan budaya kita. Ada yang bertugas mengurus kesenian, budaya dan adat istiadat. Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang merasa sangat terbantu dengan adanya para temenggung ini. Ke depan, bila ada kasus yang terjadi di wilayah Tempunak Hulu ini, dengan kebijaksanaan dan kearifan lokal, bisa diselesaikan oleh Temenggung Tempunak Hulu,” sambungnya.

“bila ada masalah di tingkat desa yang ada di Tempunak Hulu, ya selesaikan oleh Temenggung tingkat desa. Bila Temenggung Desa tidak mampu baru naik ke Temenggung Tempunak Hulu. Tidak ada yang susah kalau kita ingin mempermudah dalam menyelesaikan masalah yang ada. Bahwa di tengah masyarakat ada masalah ke depannya, itu sangat wajar. Karena kita ini manusia biasa dan jumlahnya pun banyak. Fungsikanlah dengan baik tugas dan fungsi temenggung ini,” tambahnya.

Kanisius Anyuk Pengurus Forum Ketemenggung Kabupaten Sintang menyampaikan pesan agar ketiga pengurus adat yang baru saja dilantik agar sangat berhati-hati dalam melaksanakan tugas sebagai Temenggung untuk wilayah Tempunak Hulu.

“saya sudah sejak lama bertugas sebagai temenggung, sudah banyak menyelesaikan masalah dan persoalan yang terjadi. Ada banyak yang hal yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan. Karena inilah identitas kita orang Dayak. Kalau kita salah dalam mengambil keputusan, maka nama suku kita akan disebut. Kalau yang benar ya kita benarkan dan dia berhak mendapat kebenaran dalam masalah tersebut,” tegasnya.

“dalam soal pati nyawa, temenggung wilayah harus berkoordinasi dengan temenggung kecamatan. Ini menjadi masalah hukum adat yang cukup besar. Hukum adat kita di Sub Suku Seberuang yang ada di Tempunak Hulu berbeda dengan sub suku Dayak yang lain. Tidak bisa disamakan antara sub suku yang ada. Lindungi seluruh warga yang ada di wilayah Ketemenggungan Tempunak Hulu ini. Temenggung ini kan melayani dan mengabdi pada masyarakat. Soal hirarki ketemenggungan di Kabupaten Sintang ada di kabupaten, kecamatan sampai ke tingkat desa. Kepada para temenggung, jangan berpikir soal penghasilan. Karean kita melayani masyarakat,” tambahnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x