Jumat, 10 September 2021

Dampingi Kunker Yessy Melania, Ini Kata Wabup Sintang

11 Juni 2021

FOTO: Wabup Sintang Dampingi Kunjungan Kerja Anggota Yessy Melania

 

SINTANG, DN – Wakil Bupati Sintang Sudiyanto mendampingi kunjungan kerja Yessy Melania Anggota Komisi IV DPR RI ke Kebun Edukasi milik Komunitas Petani Milenial Sintang di Desa Kunyai Kecamatan Sungai Tebelian pada Jumat, 11 Juni 2021.

Yessy Melania Anggota Komisi IV DPR RI asal Kalimantan Barat melakukan kunjungan kerja tersebut melaksanakan kegiatan safari gerakan mari makan ikan (gemarikan) kepada para petani milenial.  Turut hadir bersama Wakil Bupati Sintang dalam mendampingi Anggota Komisi IV DPR RI asal Kalimantan Barat dalam kegiatan tersebut adalah Veronika Ancili Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sintang, Ketua Komunitas Petani Milenial Kabupaten Sintang Juwita.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kebun Edukasi milik Komunitas Petani Milenial di Desa Kunyai Kecamatan Sungai Tebelian Yessy Melania, SE Anggota Komisi IV DPR RI dan Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH melakukan penanaman pohon, pemberian paket bantuan dan meninjau aneka tanaman yang ada di Kebun Edukasi tersebut.

Sudiyanto menyampaikan sangat mendukung perluasan gerakan masyarakat makan ikan dalam rangka menurunkan angka stunting dan gizi buruk di Kabupaten Sintang. 

“terima kasih kepada Ibu Yessy Melania yang sudah datang ke Sintang dan memberikan bantuan olahan ikan kepada ibu-ibu di sini. Semoga bantuan ini bisa membantu pemenuhan akan gizi dan protein masyarakat kami yang berasal dari ikan. Semoga mampu juga memperkuat imun tubuh dan memperbaiki sumber daya manusia. Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani, menjadi jawaban yang tepat untuk memenuhi gizi keluarga,” tegasnya.

Sudiyanto menjelaskan bahwa data menunjukkan rata-rata konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Sintang adalah 38 kilogram per tahun per orang, ikan memiliki kandungan protein yang tinggi seperti mengandung kolesterol rendah, asam lemak, dan omega 3 dan baik untuk kesehatan.

“produksi ikan di Kabupaten Sintang memang masih sangat rendah. Tahun 2019, tingkat produksi ikan di Kabupaten Sintang mencapai  3.123 ton. Namun ditahun 2020 turun sebanyak 13 persen menjadi 2. 718 ton dengan angka konsumsi 38 kilogram per orang per tahun. Angka konsumsi ini jauh dibawah rata-rata konsumsi ikan nasional yakni 55 kilogram per orang per tahun. Saya berharap kampanye gemarikan, terus dilakukan karena manfaatnya yang sangat besar bagi terpenuhnya asupan gizi masyarakat,” terangnya.

Yessy Melania menyampaikan ditengah pandemi covid-19 semua kegiatan harus dibatasi namun juga harus dilaksanakan untuk memajukan masyarakat, edukasi harus terus di berikan kepada masyarakat untuk mengatasi stunting dan pemenuhan gizi.

“saya terus menyuarakan kepentingan Kalimantan Barat di pemerintah pusat. Saya minta dukungan masyarakat Kalbar untuk memberikan data dan informasi yang perlu kita sampaikan di pemerintah pusat. Kita kaget, soal ikan belidak yang masuk kategori ikan yang dilindungi melalui peraturan menteri Kelautan dan Perikanan. Kita ingin agar permen itu dievaluasi karena sudah menimbulkan reaksi di tengah masyarakat,” tegasnya.

“potensi ikan lokal juga banyak yang perlu dikembangkan dan perlu dibantu oleh pemerintah pusat seperti ikan semah dan ikan arwana. Pemerintah pusat sudah merencanakan akan membangun Kampung Semah di Kapuas Hulu untuk membudidayakan ikan semah secara massal dan menyelamatkan ikan lokal ini. Untuk kegiatan gemarikan ini, melalui bantuan olahan ikan ini, saya berharap ini bisa membantu penerima bantuan. Saya memberikan apresiasi aktivitas Kompas Sintang dan mudah-mudahan ke depan saya bisa membantu kegiatan petani milenial Sintang. Semoga kebun edukasi ini bisa menjadi contoh dan tempat belajar para peminat dunia pertanian,” sambungnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x