Jumat, 10 September 2021

Wakil Bupati Sintang Pimpin Rakor Tim Terpadu penanganan Konflik Sosial

23 Maret 2021

FOTO: Wabup Sintang Pimpin Rakor Tim Terpadu penanganan Konflik Sosial

 

SINTANG, DN – Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Sintang melaksanakan rapat koordinasi di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Selasa, 23 Maret 2021.

Pada rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, hadir seluruh anggota Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Sintang yang terdiri dari jajaran Pemkab Sintang, Kodim 1205 Sintang, Polres Sintang dan Kejaksaan Negeri Sintang.

Sudiyanto menyampaikan bahwa antisipasi penanganan konflik sosial dimasyarakat ini, perlu terus dilakukan, karena selalu muncul setiap tahun.

”peranan kita semua baik Pemerintah Kabupaten Sintang, TNI, Polri, hingga dipelosok pedesaan sangat diperlukan peran aktif dalam pemantauan dan pengawasan sesuai perannya, guna mengantisipasi adanya gejolak dimasyarakat. Apabila ada gejolak sosial di desa tingkat kecamatan harus secepatnya diatasi bersama, dan kalau tidak dapat mengatasi di tingkat kecamatan. Bisa diatasi ketingkat kabupaten pokoknya harus sinergi kita pikirkan dan kita atasi bersama-sama, dan saya ingin Kabupaten Sintang ini  aman, tertib dan damai,” tegasnya.

Sudianto menjelaskan bahwa konflik di masyarakat harus di waspadai dan untuk Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial diharapkan lebih inisiatif dan bersinergi jangan berlarut-larut agar permasalahan tidak semakin membesar.

“konflik sosial dimasyrakat yang  perlu kita  waspadai  baik lintas suku atau agama yang berbau politik, harus secepatnya kita selesaikan bersama-sama, jangan sampai dibiarkan membesar dan saya berharap Pemerintah Kabupaten Sintang bersama TNI dan Polri yang tergabung dalam Tim Terpadu  Penanganan Konflik Sosial, selalu bersinergi dalam Penanggulanan konflik sosial dimasyarakat,” terangnya.

Syarief Yasser Arafat menyampaikan bahwa dari hasil evaluasi konflik  sosial yang  terjadi di masyarakat pada Tahun 2020 terdapat enam kejadian yaitu  permaslahan  terkait karhutla,  permasalahan covid-19,  permasalahan sengketa batas wilayah, permasalahan koorporasi dengan masyarakat, permasalahan individu yang meluas kepada unsur SARA, dan permasalah pilkada.

“sedangkan pada Tahun 2021 permasahan  konflik sosial dimasyarakat yang perlu kita antisipasi yaitu, permasalahan terkait karhutla, permasalahan covid-19,  permasalahan sengketa batas wilayah, permasahan koorporasi dengan masyrakat, permasahan individu yang meluas  kepada unsur SARA, dan permasahan pilkades serentak,” tegasnya.

Pada Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial  Kabupaten Sintang tahun 2021 tersebut, masing-masing anggota tim memberikan analisa, masukan dan sarannya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x