Selasa, 31 Januari 2023

Harap Raperda Pendapatan dan Retribusi Daerah Disahkan untuk Tingkatkan PAD Sintang

3 Desember 2022

Anggota DPRD Sintang, Nikodemus

 

SINTANG, DN – Dengan adanya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Sintang terkait pendapatan dan retribusi daerah, diyakini akan membantu Pemda Sintang dalam mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2023 apabila Raperda tersebut disahkan menjadi Perda.

Perihal tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus. Dijelaskannya bahwa akan ada beberapa sektor yang akan dapat membantu dalam mencapai target PAD Sintang andai disahkan menjadi Perda.

“Sektor pertama dari pajak kendaraan bermotor bagi hasil. Awalnya kabupaten hanya mendapatkan 30 persen, tapi sesuai dengan undang-undang yang baru ini, kabupaten bisa mendapat 60 sampai 66 persen dari provinsi,” ujar Nikodemus kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.

Sektor kedua, kata Nikodemus yakni pajak ekspor kelapa sawit atau CPO. Terlebih kalau ekspor sudah  berjalan normal, di mana pelabuhan Kijing yang berada di Kabupaten Mempawah sudah berjalan sebagaimana peruntukannya.

“Pajak dari situ kita bisa dapat, kalau memang Raperda ini dapat disahkan jadi Perda. Selama ini kan kita di kabupaten tidak mendapatkan pajak dari ekspor sawit. Maka dari itu melalui Perda ini kita bisa dapat,” tuturnya.

Pajak yang didapat melalui sektor ekspor kelapa sawit ini pun dinilai Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, juga besar. Mengingat Kabupaten Sintang memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar kedua di Kalimantan Barat.

“Maka dari itu, saya pikir Raperda ini harus segera disahkan menjadi Perda. Saya yakin PAD kita akan capai target kalau Raperda itu disahkan,” terangnya.

Nikodemus pun mengakui, bahwa dia belum mengetahui nilai pajaknya berapa dari dua sektor itu, akan tetap diyakininya PAD Sintang bisa bertambah ratusan miliar dari dua sektor tersebut.

“Aturan belum ditetapkan, kemungkinan masih mengacu tahun 2022. Tapi saya yakin PAD kita bisa bertambah Rp300 hingga Rp400 miliar,” tutup Nikodemus. (Dil)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x