Selasa, 31 Januari 2023

Sarankan Pemerintah Agar Serawai-Ambalau Dijadikan Kawasan Konservasi

18 November 2022

Anggota DPRD Sintang, Zulkarnain

 

SINTANG, DN РAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Zulkarnain menyarankan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Sintang, agar  wilayah di Kecamatan Serawai dan Ambalau dapat dijadikan kawasan konservasi.

Perihal itu disampaikan Zulkarnain sangat beralasan, karena kalau dengan ditetapkannya wilayah Serawai dan Ambalau sebagai kawasan konservasi, maka kelestarian alam dan hutan di sana akan tetap terjaga.

“Terlebih nilai-nilai budaya akan terus terawat dan yang terpenting adalah sebagai upaya untuk menangkal bencana banjir yang melanda Kabupaten Sintang beberapa tahun belakangan ini,” ujar Zulkarnain, beberapa waktu lalu.

Dengan ditetapkannya jadi kawasan konservasi, maka kata wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Serawai-Ambalau ini, tidak akan ada lagi pembabatan hutan yang terjadi. Karena selama ini, hutan di sana sudah banyak beralih fungsi menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perusahaan lainnya.

Beralih fungsinya hutan tersebut, kata Zulkarnain menyebabkan bagian hulu sungai rusak, akibatnya bagian hulu sungai tak mampu menangkal air hujan yang turun langsung menuju hilir sungai, sehingga dengan cepat terjadi banjir. Hal itu dikarenakan wilayah serapan air tidak ada lagi.

“Jujur saja, dulu Kecamatan Serawai dan Ambalau ini menjadi wilayah yang kaya akan hutan. Tapi saat ini hutannya sudah mulai terkikis karena banyaknya investasi perusahaan, bahkan baru-baru ini ada lagi perusahaan kayu masuk ke sana. Oleh karena itu, Pemda saya rasa harus cepat ambil tindakan untuk menjadikan Serawai-Ambalau sebagai kawasan konservasi,” tegasnya.

Solusi tersebut, kata Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menurutnya sangatlah baik. Harus dipikirkan Pemda Sintang untuk merealisasikannya. Apabila tidak, bisa saja, bencana banjir akan lebih besar lagi melanda Bumi Senentang dibandingkan beberapa tahun belakangan ini. Sebab makin hari, hutan akan semakin krisis di sana.

“Memang banjir yang melanda Sintang beberapa tahun belakangan ini diakibatkan cuaca ekstrim, tapi penyebab lainnya dikarenakan rusaknya ekosistem hutan kita. Karena hutan kita habis dibabat secara terus menerus oleh oknum yang mementingkan keuntungan semata tanpa menyadari fungsi dan manfaat hutan itu sendiri. Makanya jadikan kawasan konservasi di sana,” tutup Zulkarnain. (Dil)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x