Jumat, 30 Juli 2021

Bupati Sintang: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Disrupsi Teknologi

26 Juni 2021

FOTO: Jarot Winaro menghadiri pelaksanaan Seminar Nasional dan Pelatihan Kewirausahaan

SINTANG, DN – Bupati Sintang, Jarot Winaro menghadiri pelaksanaan Seminar Nasional dan Pelatihan Kewirausahaan yang dilaksanakan oleh  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Pendopo Bupati Sintang, pada Sabtu, 26 Juni 2021.

Jarot mengaku senang dengan tema pelatihan yang dibuat oleh teman-teman PMKRI tentang kewirausahaan ini. “Pelatihan ini sangat baik, semoga kita bisa bangkit kembali. Dan kita bisa melihat peluang usaha yang berpotensi berkembang di saat pandemi ini,” ucap Jarot.

Jarot menjelakan sebelum covid-19 menyerang kita mengenal yang nama disrupsi teknologi. Perubahan yang mendasar tentang bagaimana cara kita menggunakan teknologi komunikasi. Hampir 80 persen waktu anak-anak milenial di habiskan untuk bermain gadgetnya dari pada menghabiskan waktunya dengan teman dan orangtuanya.

“ini merubah semuanya, merubah demand, kebutuhan mereka akan usaha kita. Anak-anak milenial membutuhkan pelayanan yang lebih cepat, murah dan mudah diakses,” terangnya.

Jarot menambahkan adanya Pandemi covid-19 mendorong disrupsi teknologi lebih dalam lagi, mau tidak mau semua bisnis online semakin baik.

“di Sintang, ada tiga aplikasi yang banyak digunakan untuk membeli makanan seperti siap antar, gojek dan online. Kalau kita buka aplikasinya, mau pesan apa saja bisa. Pesan makanan tinggal diantar,” ungkapnya.

Jarot juga menjelaskan saat pandemi ada sektor yang mengalami pertumbuhan minus atau negatif, tetapi ada juga sektor yang malahan tumbuh positif. Pertama pertanian dan perkebunan tetap tumbuh 26 persen, kedua adalah sektor yang berhubungan dengan teknologi komunikasi.

“kita ketahui komoditas karet dan  sawit harganya malah naik, sehingga petani bisa lebih baik lagi. Sektor ini tumbuh lebih kreatif, karena ada orang yang sudah mulai tanam komoditas lain seperti porang, sengkubak dan yang lain. Buat usaha tempat servis handphone, laku. Buat usaha yang dijual secara online, laku. Pemkab Sintang juga sudah melakukan lelang proyek sekitar 100 milyar lebih. Minggu depan proyek sudah mulai dikerjakan. Dan kami yakin kegiatan ini akan menjadi pemompa ekonomi masyarakat di Kabupaten Sintang. Karena tukangnya, penjual materialnya, penjual kayunya adalah masyarakat Kabupaten Sintang,” terangnya.

Menurut Jarot pelatihan ini akan memberikan pembekalan kepada kita,memberikan dasar kemampuan kita untuk berbisnis

“ada teman-teman dari Jakarta yang sedang berada di Sintang. Mereka akan membantu Kabupaten Sintang dalam hal mengembangkan tengkawang, kakao, ikan gabus untuk membiat albumen, dan anyaman. Bagi mereka, leveling kemampuan usaha di kalangan anak muda ini tidak merata. Ada anak muda yang bagus, kurang dan tidak paham dalam berbisnis. Ada yang niatnya kuat, tetapi kemampuannya tidak ada,” sambungnya.

Bastinus Yosi Ketua Panitia Pelatihan Kewirausahaan PMKRI Kabupaten Sintang menyampaikan hal yang mendasari pihaknya menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan ini adalah masih banyaknya kesulitan yang dialami usaha kecil dan menengah.

“salah satu halangan tersebut adalah kurangnya kualitas sumber daya manusia yang masih rendah, lemahnya akses pengembangan pasar, permodalan, keterbatasan penguasaan teknologi, organisasi dan manajamen, serta terbatasnya jaringan usaha dengan pelaku ekonomi lainnya. Untuk mengatasi halangan tersebut diatas, seorang pelaku usaha semestinya membangun potensi diri yang kuat sebelum memulai usahanya,” tegasnya.

Bastinus Yosi menjelaskan dengan memalui kegiatan ini anak muda menjadi lebih mampu berinovasi dan mampu mengembangkan usaha yang mandiri. Sehingga memberikan dampak positif bagi ekonomi dan masyarakat di era new normal saat ini, peran anak muda di Indonesia untuk ikut berpartisipasi memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini sangat penting.

“tema pelatihan ini adalah mendorong kegiatan industri ekonomi kreatif dan UMKM untuk pemulihan ekonomi nasional” dan sub tema “pentingnya kaum muda di era industri 4.0. Kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan selama 2 hari yakni 26-27 Juni 2021. Ada lima materi yang akan  disampaikan oleh empat orang narasumber seperti Velisitas Sunita, CU Bina Masyarakat, CU Keling Kumang, dan Bapak Hermanto. Peserta berjumlah 50 delegasi dari PMKRI Se Kalimantan Barat, Cipayung dan Kelompok Karyawan Muda Katolik (KKMK),” terangnya.(LL)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x