Selasa, 31 Januari 2023

Hindari Konflik, Pihak Perusahaan Diminta Hargai Adat dan Budaya Masyarakat

27 November 2022

Anggota DPRD Sintang, Hikman Sudirman

 

SINTANG, DN – Kerap kali terjadi di Kabupaten Sintang ini, konflik antara pihak perusahaan dan masyarakat yang tinggal di sekitaran tempat pihak perusahaan tersebut berinvestasi. Hal ini pula selalu menjadi sorotan oleh berbagai pihak.

Salah satu contoh, konflik yang hingga saat ini belum menemukan titik terang, yakni antara masyarakat Serawai dan PT Lingga Jati Allnansyurin (LJA). Konflik ini cukup menyita perhatian publik, pasalnya kedua bela pihak tetap mempertahankan kebenaran masing-masing.

Untuk itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman meminta kepada seluruh pihak perusahaan yang berinvestasi di Bumi Senentang, agar dapat menghindari potensi konflik sosial dengan masyarakat.

“Terutama pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit, hindari potensi konflik sosial yang berkaitan dengan permasalahan sengketa lahan. Karena kita ketahui masyarakat di Kabupaten Sintang ini masih menjunjung tinggi adat istiadat. Makanya pihak perusahaan harus menghargai adat istiadat dan budaya masyarakat sekitar,” ujar Hikman Sudirman belum lama ini.

Dijelaskannya, kalau pun terjadi permasalahan dengan masyarakat, pihak perusahaan dimintanya dapat selesaikan problem tersebut dengan musyawarah hingga ada kata mufakatnya.

“Jangan malah membuat kegaduhan sehingga masalah tersebut semakin besar. Kalau bisa diselesaikan dengan baik dan benar. Gunakan cara musyawarah, pendekatan emosional, sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” harapnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta kepada pihak perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Sintang, agar dapat menghormati adat istiadat masyarakat setempat. Karena masyarakat Sintang masih menjunjung tinggi norma hukum dan adat yang sudah menjadi tradisi  mereka dan sudah melekat dalam budaya setempat.

“Jadi harus dihormati itu, karena kita ketahui hukum adat merupakan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang dulu yang prosesnya masih melekat dalam kehidupan masyarakat saat ini. Makanya hal tersebut harus diperhatikan oleh pihak perusahaan demi menghindari konflik,” tutupnya. (Dil)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x